Memilih pola yang tepat (atau tidak ada pola sama sekali) untuk suatu masalah memerlukan pemahaman mendalam tentang masalahnya, pengetahuan tentang pola-pola dan trade-off mereka, serta penerapan pertimbangan untuk menyeimbangkan manfaat terhadap kompleksitas. Tujuannya adalah menyelesaikan masalah dengan baik, bukan menggunakan pola demi pola itu sendiri.
Mulai dengan masalah, bukan pola
✓ UNDERSTAND THE PROBLEM first → what's the actual issue? (don't start by picking a pattern)
✓ Identify what you NEED → flexibility? decoupling? extensibility? simpler creation?
✓ Then ask: does a pattern address THIS problem well? (or is a simple solution better?)
→ problem-first, not pattern-first → avoid forcing patterns
