Microservices menukar kesederhanaan operasional dengan kemandirian dan skalabilitas. Mereka membantu sistem dan tim besar, tetapi menambah kompleksitas sistem terdistribusi.
Microservices menukar kesederhanaan operasional dengan kemandirian dan skalabilitas. Mereka membantu sistem dan tim besar, tetapi menambah kompleksitas sistem terdistribusi.
✗ Distributed-systems complexity (network failures, retries, timeouts)
✗ Eventual consistency instead of simple ACID transactions
✗ Harder testing & debugging across service boundaries
✗ Operational overhead (CI/CD, monitoring, tracing per service)
✗ Network latency between services
Monolith pain ──────────────▶ grows with code/team size
Microservice pain ───────────▶ high fixed cost, flatter slope
→ Below a certain scale, a monolith is simply cheaper.
Manfaatnya bersifat organisasi dan operasional, bukan sihir — mereka memberikan hasil ketika banyak tim perlu menerapkan secara independen dan menskalakan bagian yang berbeda.
Kerugiannya bersifat upfront dan berkelanjutan.
Jika Anda tidak dapat berinvestasi dalam otomasi, observabilitas, dan CI/CD, microservices akan memperlambat Anda daripada mempercepat Anda.