Selektor menargetkan elemen yang mana aturan berlaku. Mulai dari sederhana (berdasarkan tag) hingga kombinasi yang kuat.
/* Basic selectors */
p { } /* type: all <p> */
.card { }
{ }
* { }
{ }
Selektor menargetkan elemen yang mana aturan berlaku. Mulai dari sederhana (berdasarkan tag) hingga kombinasi yang kuat.
/* Basic selectors */
p { } /* type: all <p> */
.card { }
{ }
* { }
{ }
.menu li { } /* descendant: any li INSIDE .menu (any depth) */
.menu > li { } /* child: only DIRECT children li */
h2 + p { } /* adjacent sibling: the p immediately AFTER an h2 */
h2 ~ p { } /* general sibling: all p siblings after an h2 */
Perbedaan antara spasi (keturunan) dan > (anak langsung) penting: .menu li cocok dengan lis yang bersarang dalam, sementara .menu > li hanya cocok dengan tingkat atas.
a:hover { } /* state: while hovered */
li:first-child { } /* structural: the first li */
li:nth-child(2n){ } /* every even li */
p::first-line { } /* pseudo-element: the first rendered line */
h1, h2, h3 { } /* apply to all three */
:is(h1, h2) a { } /* :is() shortens long selector lists */
.card:has(img) { } /* :has() — a parent that CONTAINS an img */
Selektor adalah cara Anda menghubungkan gaya ke markup.
Menguasai class (pekerja keras), kombinasi (untuk hubungan), dan pseudo-class struktural/state memungkinkan Anda menargetkan dengan tepat tanpa menambah class ekstra di mana-mana — dan modern :is()/:has() membuat penargetan kompleks ringkas.
Pilih class daripada ids/nested berat untuk menjaga spesifikasi tetap dapat diatur.
Perpustakaan pertanyaan wawancara IT dengan jawaban mendetail — dari Junior hingga Senior.
Donasi