Setiap elemen memiliki perilaku display bawaan yang mengontrol bagaimana ia mengalir dalam tata letak.
<div>, <p>, <h1>, <section>, <ul>.<span>, <a>, <strong>, <em>.<p>This is a <strong>bold</strong> word inside a paragraph.</p>
<!-- <strong> stays inline; the two <div>s below stack vertically -->
<div>Block one</div>
<div>Block two</div>
span { width: 200px; height: 50px; } /* ❌ ignored — span is inline */
Menetapkan width/height pada elemen inline tidak melakukan apa pun. Solusinya adalah mengubah displaynya:
span { display: inline-block; width: 200px; } /* ✅ flows inline BUT respects size */
inline-block duduk di aliran teks (berdampingan) dan menghormati width/height/margins — sempurna untuk item navigasi, lencana, atau tombol yang disusun dalam baris.
block → new line, full width, sizeable
inline → in-line, content width, NOT sizeable (vertically)
inline-block → in-line, content flow, sizeable
Memahami display bawaan menjelaskan mengapa <span> Anda tidak akan mengambil tinggi, mengapa <div> bertumpuk, dan kapan harus beralih ke inline-block, flex, atau grid.
Ini adalah fondasi bagaimana elemen mengatur sebelum Anda menerapkan sistem tata letak apa pun.