Web Components adalah serangkaian API browser native untuk membangun custom HTML elements yang dapat digunakan kembali dan tersegmentasi — independen dari framework dan berbasis standar. Tiga teknologi bergabung:
Web Components adalah serangkaian API browser native untuk membangun custom HTML elements yang dapat digunakan kembali dan tersegmentasi — independen dari framework dan berbasis standar. Tiga teknologi bergabung:
<template>, <slot>) — markup yang inert dan dapat digunakan kembali.class UserCard extends HTMLElement {
connectedCallback() { // lifecycle: runs when added to the page
const shadow = this.attachShadow({ mode: "open" }); // create shadow DOM
shadow.innerHTML = `
<style> h2 { color: blue; } </style>
<h2>${this.getAttribute("name")}</h2>
<slot></slot>
`;
}
}
customElements.define("user-card", UserCard); // name MUST contain a hyphen
<user-card name="Ann">Extra content goes in the slot</user-card>
Style di dalam shadow root tersegmentasi — CSS halaman tidak bisa masuk, dan CSS komponen tidak bisa bocor keluar. Ini menyelesaikan masalah global-CSS secara native:
/* page CSS */ h2 { color: red; } /* does NOT affect the <h2> inside user-card */
connectedCallback() // added to DOM
disconnectedCallback() // removed from DOM (cleanup)
attributeChangedCallback(name, old, val) // an observed attribute changed
static get observedAttributes() { return ["name"]; }
Web Components memungkinkan Anda membangun widget yang dapat digunakan kembali yang bekerja di framework apa pun (atau tidak sama sekali) dengan enkapsulasi style/DOM yang sesungguhnya — ideal untuk design system dan micro-frontend yang dibagikan di seluruh tim yang menggunakan stack berbeda.
Mereka adalah cara library seperti Shoelace mengirimkan komponen yang independen dari framework.
Kompromis (API yang verbose, kompleksitas SSR/styling) berarti developer aplikasi sering kali masih lebih memilih React/Vue, namun primitive platform ini powerful dan berbasis standar.