Sebuah Product Requirements Document (PRD) menjelaskan apa yang Anda bangun, mengapa, dan bagaimana Anda akan tahu itu berhasil — sehingga engineering dan desain dapat membangun hal yang tepat tanpa penjelasan terus-menerus. PRD yang baik adalah alat pemikiran dan artefak keselarasan, bukan birokrasi paperwork.
Outline PRD yang kokoh
1. PROBLEM / CONTEXT → what problem, for whom, why now
2. GOALS & SUCCESS METRICS → what outcome, how measured
3. NON-GOALS → what this explicitly does NOT cover
4. USER STORIES / REQUIREMENTS → what it must do
5. UX → flows, wireframes, key states
6. EDGE CASES → errors, empty states, limits
7. DEPENDENCIES & RISKS → what could block or break this
8. OPEN QUESTIONS → known unknowns to resolve
